BAHASA INGGRIS (SOFTSKILL)
REVIEW MATERI SEMESTER 1

Disusun Oleh :
1.
Achmad
Rizka Putra Pribadi (10217062)
2. Anggi Adiputri Ramandhani (10217760)
3. Candra Ade Irawan (11217290)
4. Dimas Fachri Yonanto (12217711)
5. Firas Afifah Fauziyyah (12217373)
6. Reyan Abiyyu Zain (15217086)
7. Ryan Aditiawarman (15217421)
1EA11
FALKUTAS EKONOMI
MANAJEMEN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Possessive
Pengertian Possessive Adjective
Possessive adjective adalah determiner (special
adjective) yang digunakan untuk menyatakan kepemilikan (possession) terhadap noun.
Possessive adjective terdiri
dari my, your, his, her, its, our,
dan their.
Contoh Possessive Adjective:
- my books (buku saya)
- your father (ayahmu)
- our class (kelas kita)
- their rule (aturan mereka)
- his shorts (celana pendeknya)
- her skirt (roknya)
- its tail (ekornya)
Pronoun dan Possessive Adjective
Possessive
adjective memiliki bentuk yang mirip dengan possessive
pronoun. Perbandingan antara pronoun dengan possessive
adjective dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
|
Person
|
Number
|
Posessive Pronoun
|
Number
|
Possessive Adjective
|
|
1st
|
Singular
|
mine
|
singular
atau plural |
my
|
|
2nd
|
yours
|
your
|
||
|
3rd
|
hers,
his, its |
her,
his, its |
||
|
1st
|
Plural
|
ours
|
our
|
|
|
2nd
|
yours
|
your
|
||
|
3rd
|
theirs
|
their
|
Pronoun berfungsi
mengantikan noun yang dapat berupa singular (mine, yours, hers,
his, its) atau plural (ours, yours, theirs). Jika noun yang
berperan sebagai subjek kalimat berupa singular, maka verb yang
mengikuti berbentuk singular, begitupun sebaliknya. Sedangkan semua possessive
adjective dapat mengikuti noun baik berupa singular maupun plural.
Pada klausa atau kalimat, jika noun yang berperan sebagai subjek
kalimat berupa singular, maka diikuti verb berbentuk singular,
berlaku sebaliknya.
|
Contoh Kalimat Possessive
Pronoun
|
Contoh Kalimat Possessive
Adjective
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Posisi Possessive Adjective
Possessive
adjective tepat berada di depan simple noun atau dapat
disela oleh determiner lain maupun adjective (sebagai modifier)
pada noun phrase. Sebagai informasi, possessive adjective
merupakan salah satu dari central
determiner, yaitu determiner yang diletakkan
diantara pre dan post-determiner pada suatu noun phrase.
Contoh Possessive Adjective pada Noun Phrase:
- your choice
- two-third of his salary [two-third= fraction (predeterminer)]
- my funny cat [funny= adjective]
Degree Comparison
Comparison
atau bentuk perbandingan adalah kata sifat yang digunakan untuk menyatakan
tingkat perbandingan. Dalam bahasa Inggris menggunakan 3 bentuk perbandingan,
yaitu :
1.
Positive Degree
2.
Comparative Degree
3.
Superlative Degree
Contoh :
-
Widia is as big as Ajeng.
---------------> Positive Degree
(Widia sama besarnya dengan Ajeng.)
-
Rina is bigger than Widia.
---------------> Comparative Degree
(Rina lebih besar daripada Widia)
(Rina lebih besar daripada Widia)
-
Mira is the biggest.
---------------> Superlative Degree
-
(Mira paling besar.)
1. POSITIVE DEGREE
Positive Degree (Tingkatan Biasa)
adalah kata sifat yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu benda atau orang
dalam keadaan sama dengan yang lainnya.
Susunan kalimat ini dibentuk dengan menempatkan kata sifat ( adjectives) diantara
dua as.
|
to be + as + adjective + as
|
Contoh :
Ø He is as
tall as his uncle. (Dia sama tinggi dengan pamannya.)
Ø Najlia is as
smart as Rania. (Najlia sama pandainya dengan Rania.)
Ø You are as
small as my sister. (Kamu sama kecilnya dengan kakak perempuan saya.)
2.
COMPARATIVE
DEGREE
Comparative
Degree (Tingkatan Lebih) digunakan untuk menyatakan bahwa keadaan suatu benda
atau orang lebih dari yang lainnya.
Aturan pembentukan kalimat ini adalah sebagai berikut :
|
to be + comparative + than
|
Keterangan :
Ø Tambahkan
akhiran "er" pada kata sifat ( adjectives ) yang
pendek (umumnya terdiri dari satu atau dua suku kata), gabungkan dengan kata
"than".
Ø Untuk kata
sifat ( adjectives ) yang
lebih panjang (lebih dari dua suku kata) umumnya didahului dengan kata
"more" sebelum kata sifat, kemudian diikuti dengan kata
"than".
Contoh :
Ø My house is
larger than Doni's house. (Rumah saya lebih luas daripada rumah Doni.)
Ø Magazine is
more interesting than newspaper. (Majalah lebih menarik daripada koran.)
Ø Mr.Jack is
richer than Mr. Black. (Tuan Jack lebih kaya daripada Tuan Black.)
Keterangan :
Ø Kata sifat
yang berakhiran huruf -e diubah menjadi comparative dengan menambahkan -r.
Contoh :
- brave :
berani ---> braver : lebih berani
- large :
luas ---> larger : lebih luas
- wide :
lebar ---> wider : lebih lebar
- safe :
aman ---> safer : lebih aman
- fine :
bagus ---> finer : lebih bagus
Ø Kata sifat
yang terdiri dari satu suku kata dan berakhiran dengan huruf mati dapat diubah
menjadi comparative dengan menambahkan –er
- hard :
keras ---> harder : lebih keras
- high :
tinggi ---> higher : lebih tinggi
- low :
rendah ---> lower : lebih rendah
- slow :
pelan ---> slower : lebih pelan
- young ;
muda ---> younger : lebih muda
Ø Kata sifat
yang berakhiran huruf mati setelah satu huruf hidup yang berbunyi dapat diubah
menjadi comparative dengan menggandakan huruf mati tersebut dan kemudian
menambahkan -er.
- big :
besar ---> : bigger: lebih besar
- fat :
gemuk ---> fatter : lebih gemuk
- hot :
panas ---> hotter : lebih panas
- thin :
kurus ---> thinner : lebih kurus
Ø Kata sifat
yang berakhiran huruf -y setelah huruf mati dapat diubah menjadi comparative
dengan menggantikan huruf -y dengan huruf -i kemudian ditambahkan -er.
- crazy :
gila ---> crazier : lebih gila
- easy :
mudah ---> easier : lebih mudah
- happy :
gembira ---> happier : lebih gembira
- lazy :
mlas ---> lazier : lebih malas
- tidy :
rapi ---> tidier : lebih rapi
Ø Kata sifat
yang berakhiran huruf -r, -er, -le, -ow dapat diubah menjadi comparative dengan
menambahkan -er.
clever :
pandai ---> cleverer : lebih pandai
near : dekat
---> nearer : lebih dekat
poor :
miskin ---> poorer : lebih miskin
narrow :
sempit ---> narrower : lebih sempit
shallow :
dangkal ---> shallower : lebih dangkal
Ø Kata sifat
yang terdiri dari tiga suku kata atau lebih dapat diubah menjadi comparative
dengan menambahkan more.
beautiful :
cantik ---> more beautiful : lebih cantik
delicious :
enak ---> more delicious : lebih enak
difficult :
sulit ---> more difficult : lebih sulit
important :
penting ---> more important : lebih penting
useful :
berguna ---> more useful : lebih berguna
Ø Beberapa
kata sifat diubah menjadi comparative dengan pola yang tidak beraturan.
good : bagus
---> better : lebih bagus
bad : buruk
---> worse : lebih buruk
little :
sedikit ---> less : lebih sedikit
much :
banyak ---> more : lebih banyak
far : jauh
---> farther/further : lebih jauh
3.
SUPERLATIVE
DEGREE
Superlative
Degree (Tingkatan Paling) digunakan untuk menyatakan bahwa suatu benda atau
orang adalah paling dibanding
lainnya.
|
to be + the superlative
|
Keterangan :
-
Tambahkan akhiran "est" pada
kalimat adjective yang pendek (umumnya yang terdiri dari satu atau dua suku
kata). Dahului dengan kata sandang "the".
-
Untuk kata sifat (adjectives) yang
lebih panjang (lebih dari dua suku kata) umumnya didahului dengan kata
"most" sebelum kata sifat itu. Dahului dengan kata "the".
-
Kata sifat yang berakhiran dengan
huruf -e diubah menjadi superlative dengan menambahkan huruf "-est".
Keterangan :
Ø
Kata sifat yang berakhiran huruf -e
diubah menjadi superlative dengan menambahkan -st.
Contoh :
Contoh :
- brave : berani ---> bravest :
paling berani
- large : luas
---> largest : paling luas
- wide : lebar --->
widest : paling lebar
- safe : aman --->
safest : paling aman
- fine : bagus --->
finest : paling bagus
Ø
Kata sifat yang terdiri dari satu
suku kata dan berakhiran dengan huruf mati dapat diubah menjadi superlative
dengan menambahkan –est
- hard : keras --->
hardest : paling keras
- high : tinggi --->
highest : paling tinggi
- low : rendah ---> lowest:
paling rendah
- slow : pelan ---> slowest
: paling pelan
- young ; muda ---> youngest :
paling muda
Ø
Kata sifat yang berakhiran huruf
mati setelah satu huruf hidup yang berbunyi dapat diubah menjadi superlative
dengan menggandakan huruf mati tersebut dan kemudian menambahkan -est.
- big : besar --->
: biggest: paling besar
- fat : gemuk --->
fattest : paling gemuk
- hot : panas --->
hottest : paling panas
- thin : kurus --->
thinnest : paling kurus
Ø
Kata sifat yang berakhiran huruf -y
setelah huruf mati dapat diubah menjadi superlative dengan menggantikan huruf
-y dengan huruf -i kemudian ditambahkan -est.
- crazy : gila --->
craziest : paling gila
- easy : mudah ---> easiest :
paling mudah
- happy : gembira ---> happiest :
paling gembira
- lazy : mlas --->
laziest : paling malas
- tidy : rapi
---> tidiest : paling rapi
Ø
Kata sifat yang berakhiran huruf -r,
-er, -le, -ow dapat diubah menjadi superlative dengan menambahkan -est.
- clever : pandai --->
cleverest : paling pandai
- near : dekat
---> nearest : paling dekat
- poor : miskin
---> poorest : paling miskin
- narrow : sempit ---> narrowest
: paling sempit
- shallow : dangkal --->
shallowest : lpaling dangkal
Ø
Kata sifat yang terdiri dari tiga
suku kata atau lebih dapat diubah menjadi superlative dengan menambahkan most.
beautiful : cantik ---> most
beautiful : paling cantik
delicious : enak ---> most
delicious : paling enak
difficult : sulit
---> most difficult : paling sulit
important : penting ---> most
important : paling penting
useful : berguna ---> most
useful : paling berguna
Ø
Beberapa kata sifat diubah menjadi
superlative dengan pola yang tidak beraturan.
good : bagus
---> beest : paling bagus
bad : buruk
---> worst : paling buruk
little : sedikit
---> least : paling sedikit
much : banyak --->
most : paling banyak
far : jauh
---> farthest/furthest : paling jauh
Modal Auxiliary
Modal auxiliary adalah sekelompok kata bantu yang merupakan bagian dari
auxiliary yang memberikan tambahan arti pada suatu kalimat. Modal auxiliary
antara lain:
Present Tense:
Can, may, will, shall, must, need, ought to, dare
Past Tense:
Could, might, should
Aturan penggunaan modal auxiliary:
1.
Kata kerja tidak boleh
ditambah dengan –s/es, jika terdapat modal auxiliary.
He can makes a fruit cake. (salah)
He can make a fruit cake. (benar)
Katty must goes to her office right now. (salah)
Katty must go to her office right now. (benar)
2.
Antara kata modal
auxiliary dengan kata kerja tidak boleh dihubungkan dengan “to”
They can to take this paper to that room. (salah)
They can take this paper to that room. (benar)
3.
Jika modal auxiliary
bentuk lampau maka kata kerja yang digunakan harus kata kerja bentuk pertama
(infinitive).
They could sang at the karaoke until midnight. (salah)
They could sing at the karaoke until midnight. (benar)
4.
Kalimat tanya
(interrogative sentence) dibentuk dengan menempatkan modal auxiliary di depan
kalimat.
Can your father speak English well?
Could you contact him last night?
5.
Kalimat menyangkal
(negative sentence) dibentuk dengan menambahkan not sesudah modal auxiliary.
Would, must, can, need, could, should, dengan not sering ditulis dalam
bentuk singkat (contraction form), yaitu shouldn’t, can’t, couldn’t, mustn’t,
wouldn’t dan needn’t.
-will dan would biasanya disingkat menjadi ‘ll dan ‘d.
She’ll call him back after dinner.
-Jika shall not dan will not ditulis dalam bentuk singkat menjadi shan’t”
dan “won’t.
Mother won’t give the money unless you beg her to give you some money
Mother shan’t give the money unless you beg her to give you some money
-Jika can dan not tidak ditulis dan bentuk singkat (contraction form), can
not dijadikan satu kata, yaitu cannot.
-Untuk membentuk question taq, modal auxiliary ditempatkan di belakang
kalimat.
Jessica can study the math, can’t she?
You could see him last night, couldn’t you?
Active
to Passive Voice
1.
Active Voice (Kalimat Aktif)
Yaitu kalimat dimana
subjek kalimat melakukan pekerjaan
Contoh :
|
Aktif
|
Subject
|
Verb
|
Object
|
|
Barli
|
buys
|
a magazine.
|
|
|
Barli
|
membeli
|
sebuah majalah.
|
2.
Passive Voice (Kalimat Pasif)
Yaitu kalimat dimana
subjeknya dikenai suatu pekerjaan.
Contoh :
|
Pasif
|
Subject
|
Verb
|
Object
|
|
A magazine
|
is bought
|
by Barli.
|
|
|
Sebuah majalah
|
dibeli
|
oleh Barli
|
Jika kita membandingkan susunan
kedua kalimat di atas, objek
yang ada dalam kalimat aktif diubah menjadi subjek dari kalimat pasif.
Hal itu juga tampak dalam susunan kalimat di bawah ini :
|
|
Subject
|
Verb
|
Object
|
|
Aktif
|
Everybody
|
drinks
|
Orange juice.
|
|
Pasif
|
Orange juice
|
is drunk
|
by everybody.
|
Struktur
Passive Voice
Secara umum, susunan kalimat pasif
adalah :
|
S +
To Be + V3
|
Namun, bentuk waktu "to
be" tersebut harus disesuaikan dengan tensesnya, perhatikan tabel berikut
:
|
TENSES
|
AKTIF
|
PASIF
|
|
|
Simple
|
Present
|
S + V1
He washes it.
|
S + to be 1 + V3
It is washed.
|
|
Past
|
S + V2
He washed it.
|
S + to be 2 + V3
It was washed.
|
|
|
Future
|
S + will + V1
He will wash it.
|
S + will be + V3
It will be washed.
|
|
|
Past Future
|
|
|
|
S + would + V1
He would wash it.
S + would be + V3
It would be washed.
|
TENSES
|
AKTIF
|
PASIF
|
|
|
Contonuous
|
Present
|
S + to be 1 + V-ing
He is washing it.
|
S + To Be 1 + being + V3
It is being washed.
|
|
Past
|
S + had + V3
He had washed it.
|
S + had been + V3
It had been washed.
|
|
|
Future
|
S + will have + V3
He will have washed it.
|
S + will + being + V3
It will be being washed.
|
|
|
Past Future
|
S + would + be + V-ing
He would be washing it.
|
S + would be being + V3
It would be being washed.
|
|
|
TENSES
|
AKTIF
|
PASIF
|
|
|
Perfect
Simple
|
Present
|
S +has/have + V3
He has washed it.
|
S + has/have been + V3
It has been washed.
|
|
Past
|
S + had + V3
He had washed it.
|
S + had been + V3
It had been washed.
|
|
|
Future
|
S + will have + V3
He will have washed it.
|
S + will have been + V3
It will have been washed.
|
|
|
Past Future
|
S + would + have + V3
He would have washed.
|
S + would have been + V3
It would have been washed.
|
|
|
TENSES
|
AKTIF
|
PASIF
|
|
|
Perfect
Continuous
|
Present
|
S + has been + V-ing
He has been washing it.
|
S + has been being + V3
It has been being washed.
|
|
Past
|
S + had been + V-ing
He had been washig it.
|
S + had been being + V3
It had been being washed.
|
|
|
Future
|
S + will have been + V-ing
He will have been washing it.
|
S + will have been being + V3
It will have been being washed.
|
|
|
Past Future
|
S + would have been + V-ing
He would have been washing it.
|
S + would have been being + V3
It would have been being washed.
|
|
Mengubah
Kalimat Aktif Menjadi Pasif
Jika kita ingin mengubah kalimat
aktif menjadi kalimat pasif, kita dapat melakukannya dengan mengubah objek
kalimat aktifnya menjadi subjek kalimat pasif.
AKTIF
= S + V + O
PASIF
= S + To Be + V3
Ket : Objek pada kalimat aktif akan
berubah menjadi subjek pada kalimat pasif.
Contoh
1 :
Aktif :
- Julie writes a letter to her
friend.
(Julie menulis sebuah surat
untuk temannya.)
Pasif :
- A letter to her friend is written
by Julie.
(Sebuah surat untuk temannya
ditulis oleh Julie.)
Contoh
2 :
Aktif :
- The postman will send the letters
today.
(Pak Pos akan mengirim
surat-surat hari ini.)
Pasif :
- The letters will be sent by the
postman today.
(Surat-surat akan dikirim
oleh Pak Pos hari ini.)
ADJECTIVE
A. Pengertian
Adjective
Adjective
adalah kata yang berfungsi untuk menerangkan kata benda (noun) atau kata ganti
benda (pronoun). Dengan demikian tugas adjective adalah untuk memodifikasi noun
atau pronoun agar lebih spesifik dan menarik, misalnya The girl is beautiful.
Keberadaan beautiful pada kalimat tersebut akan membuat lebih spesifik tentang
the girl. Adjective biasanya terletak di depan kata benda atau kata ganti,
namun adjective juga bisa berdiri sendiri jika menjadi pelengkap dalam sebuah
kalimat, contoh:
1. The
beautiful girl (perempuan
yang cantik; adjective mendahului noun)
2. The
girl is beautiful. (perempuan
itu cantik; adjective berdiri sendiri sebagai pelengkap)
3. A
beautiful smart girl. (seorang
perempuan yang cantik dan pintar; dua adjective mendahului noun)
Dari contoh tersebut
kita dapat melihat bahwa umumnya, adjective terletak sebelum noun (1) atau
setelah be (2) dan jika ada dua adjective bersamaan maka peletakannya diletakan
secara berurutan sebelum noun (3).
B. Jenis-Jenis Adjective
1.
Descriptive adjective (kata sifat deskriptif)
Descriptive adjective adalah adjective yang menerangkan keadaan,
tindakan, atau jumlah dari kata benda. Adjective ini merupakan adjective yang
paling banyak jumlahnya dari beberapa jenis adjective lainya.

2.
Adjective of
number/quantity (kata sifat jumlah dan bilangan)
Adjective of number/quantity ini
menerangkan jumlah suatu benda; seberapa banyak ataupun seberapa sering.
Adjective ini, umumnya diletakan sebelum kata benda, misalnya one girl, some
sugar, much rice, every day, each person

3.
Demonstrative
adjective (kata sifat penunjuk)
Kata sifat ini berfungsi sebagai
penunjuk kata benda sehingga selalu diikuti kata benda yang bersangkutan,
misalnya this man, these girls, that wire. Kata sifat penunjuk terbagi menjadi
dua, yaitu penunjuk tertentu seperti this, these (saat orang mengatakan this
man, maka menunjuk seseorang yang sudah pasti) dan kata sifat penunjuk tak
tertentu, misalnya a certain person (seseorang yang ada; namun tidak pasti
siapa orangnya)

4.
Interrogative
adjective
Interrogative adjective adalah kata
sifat yang menggunakan kata tanya seperti what dan which

5. Possessive adjective (kata sifat kepemilikan)

ADVERB
Adverb adalah
kata yang berfungsi untuk mendeskripsikan verb (kata kerja), adjective(kata sifat), atau adverb lain
Macam-Macam Adverb
·
Adverb
of Time (waktu)
Adverb untuk
menyatakan waktu terjadinya suatu kegiatan/peristiwa.
Contoh:
now, today, yesterday
Please call me later,
I’m studying now.
(Tolong hubungi saya
nanti, saya sedang belajar sekarang.)
·
Adverb
of Manner (cara)
Adverb untuk
menyatakan cara suatu kegiatan dilakukan atau peristiwa terjadi.
Contoh:
automatically,
beautifully, fast
My computer shuts
down automatically.
(Komputer saya mati
secara otomatis.)
soal adverb of manner
·
Adverb
of Degree (derajat)
Adverb untuk
menyatakan sampai seberapa jauh (tingkatan atau derajat) suatu
kegiatan/peristiwa.
Contoh:
absolutely, barely,
really
Anita really enjoys
cooking.
(Anita benar-benar
senang memasak.)
·
Adverb
of Modality (harapan)
Adverb untuk
menyatakan tingkat keyakinan/harapan.
Contoh:
likely, maybe,
probably
Maybe he will come
later.
(Mungkin dia akan
datang nanti.)
·
Adverb
of Frequency (frekuensi)
Adverb untuk
menyatakan seberapa sering suatu kegiatan atau peristiwa dilakukan atau
terjadi.
Contoh:
always, often, rarely
They often wear flat
shoes.
(Mereka sering
menggunakan sepatu datar.)
soal adverb of
frequency
·
Adverb
of Place & Direction (tempat & arah)
Adverb untuk
menyatakan tempat dan arah terjadinya suatu kegiatan/peristiwa.
Contoh:
here, somewhere
He is watching the
football match there.
(Dia sedang menonton
pertandingan sepakbola disana.)
·
Adverbial
of Purpose (tujuan)
Adverb untuk menjawab
pertanyaan “why”.
Contoh:
for a reason, to fix
my broken chair
He came to fix my
broken chair.
(Dia datang untuk
memperbaiki kursi saya yang rusak.)
Comparative Degree
A.
Pengertian Comparative Degree
Comparative
adalah suatu nama yang diberikan untuk grammar yang digunakan untuk
membandingkan dua orang, binatang, benda, atau hal.
Comparative
merupakan the second/middle degree of comparison (derajat perbandingan tingkat
kedua) pada adjective dan adverb. Adapun
degree of comparison yang pertama adalah positive, sedangkan yang ketiga adalah
superlative.
Cara Membandingkan Dua Orang,
Binatang, Benda, atau Hal
Ada dua
cara mendasar untuk membandingkan dua hal yaitu dengan menggunakan correlative
conjunction as…as atau than. Pada perbandingan dengan menggunakan as…as, tidak
ada perubahan bentuk adjective atau adverb yang digunakan atau menggunakan
bentuk standar. Lain halnya ketika menggunakan than, adjective atau adverb yang
digunakan telah mengalami perubahan bentuk.
Contoh menggunakan as…as dan than:
1. He is as
brilliant as his sister. (Dia sepintar saudaranya.)
2.
Her money is not as much as your
money. (Uangnya tidak sebanyak uangmu.)
3.
My brother is more patient than I
am. (Saudara saya lebih sabar dari saya.)
4.
I find running harder than
swimming. (Saya pikir berlari lebih sulit dari berenang.)
Perubahan Bentuk pada Comparative
Degree (Adjective)
Regular
Form
Adjective
mengalami perubahan bentuk ketika digunakan sebagai perbandingan. Pada regular
form, perubahan bentuk kata sifat ini mengikuti pola tertentu. Berikut
penjelasan dan contoh kalimat comparative degree pada regular adjective.
|
Aturan
dan Contoh
|
Contoh Kalimat Comparative Degree
|
|
One syllable (satu suku kata)
|
|
|
Adjective yang terdiri dari satu suku kata ditambahkan suffix
(akhiran) –er. Biasanya terjadi double huruf consonant
diujung kata pada kata yang berpola huruf diujung: consonant-vocal-consonant.
Contoh:
|
I am easier to forget a problem than she is.
(Saya lebih mudah melupakan suatu masalah daripada dia.) |
|
The student is quicker to learn English than her
friend.
(Siswa tersebut lebih cepat belajar bahasa Inggris daripada temannya.) |
|
|
Namun jika adjective
berasal dari past participle, lebih sering digunakan kata more (lebih
banyak) atau less (lebih sedikit) didepan adjective tersebut.
Contoh:
|
The worker seemed more tired than the other.
(Pekerja tersebut tampak lebih lelah dari yang lain.) |
|
More than one syllable (lebih dari satu
suku kata)
|
|
|
Adjective yang
lebih dari satu suku kata, ditambahkan kata more atau didepannya.
Contoh:
|
This park looks more beautiful than the other park.
(Taman ini tampak lebih cantik daripada taman yang lain.) |
|
He’s more interested in gardening than I am.
(Dia lebih tertarik berkebun daripada saya.) |
|
|
The topic is more interesting than the last one.
(Topik tersebut lebih menarik dari topik sebelumnya.) |
|
|
Pada two syllables yang ber-ending
-y, huruf “y” tersebut direduksi kemudian ditambahkan suffix –ier.
Contoh:
|
Today is cloudier than yesterday
(Hari ini lebih mendung dari kemarin.) |
|
This dress is prettier than that one.
(Gaun ini lebih cantik dari yang itu.) |
|
|
Beberapa adjective dapat
dibentuk dengan menambakan suffix -er.
Contoh:
|
Your design is simpler than his design.
(Desainmu lebih sederhana dari desainnya.) |
Irregular
Form
Beberapa
adjective yang memiliki bentuk irregular. Berikut contoh comparative degree
pada irregular adjective.
|
Positive
|
Comparative
|
Superlative
|
|
|
bad
|
Worse
|
worst
|
|
|
far
|
|
furthest
|
|
|
good
|
Better
|
best
|
|
|
little
|
Less
|
least
|
|
|
many, much,
some
|
More
|
Most
|
Countable dan Uncountable Nouns pada
Bahasa Inggris
a.
Countable Nouns
Adalah
kata benda yang dapat dihitung secara langsung, misalnya one apple, two apples
dan sebagainya. Countable nouns juga dapat menggunakan artikel a atau an dan
juga dapat dibuat jamak. Contoh kata benda yang dapat dihitung : person, box,
coin, animal, bottle, table, cup, plate,chair, bag, cat, dog, glass, book, man,
baby house, dan lain-lain. Berikut merupakan penggunaan countable nouns dalam
kalimat :
1. I have a
brother and two sisters
2. Ryan has a
cheese sandwich and an apple for breakfast
3. Do you
like these photos?
b.
Uncountable Nouns (mass nouns)
Adalah
kata benda yang tidak dapat dihitung. Contohnya adalah water. Kata tersebut
tidak bisa dikatakan a water atau two water, tetapi dapat digunakan dengan
menyisipkan kata benda lainnya, contonya a glass of water. Contoh kata benda
yang tidak dapat dihitung: rice, love, sugar, assistance, cheese, coffee, fun,
money, advice, tea, music, art, sand, air, dan lain-lain. Berikut merupakan
penggunaan uncountable nouns pada kalimat :
1.
She has some food
2.
Can you give me some information
about that?
Kata Much,
Many, Few, Little pada Countable dan Uncountable Nouns
1.
Much dan many
Many
digunakan untuk countable nouns, sedangkan much digunakan untuk uncountable
nouns. Kedua kata ini sama-sama berarti banyak. Contoh :
• How many
years have you lived in Jakarta?
• I have
so much homework
2.
Number dan amount
Number
digunakan untuk countable nouns, sedangkan amount untuk uncountable nouns.
Keduanya sama-sama memiliki arti sejumlah. Contoh kalimat :
• We have
been friends for a number of years
• They are
taking huge amounts of our money
3.
Few dan little
Keduanya
memilik arti yang sama yaitu sedikit. Few digunakan untuk countable nouns dan
little sebaliknya.
Contoh :
• There is
a few men in the party
• I need a
little help now
4.
Fewer dan less
Fewer
digunakan untuk countable nouns, sedangkan less digunakan untuk uncountable
nouns dan mempunyai arti yang sama yakni sedikit. Contoh :
• A
secretary makes a less money than a manager
• Fewer
birds came this year
5.
Some dan any
Some dan
any mempunyai arti yang sama yaitu beberapa, biasa digunakan untuk menyatakan
jumlah tak tentu pada countable nouns jamak atau uncountable nouns. Contoh :
• She has
some questions
• I owe
any money
ADJECTIVE CLAUSE
A.
Pengertian Clause
Adjective clause adalah grammar yang terdiri
dari dua kata, yaitu adjective dan clause. Adjective berfungsi untuk
menjelaskan noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti benda). Sedangkan clause
adalah kumpulan dua kata atau lebih yang memiliki subjek tapi belum sempurna
sehingga belum bisa dikatakan kalimat.
Jadi yang dimaksud dengan adjective clause
adalah kumpulan dua kata atau lebih (yang mengandung subjek dan verb) yang
berfungsi sebagai kata sifat (adjective).
B.
Rumus Adjective Clause
Untuk complex sentence:
Independent Clause + Adjective Clause
C. Adjective Clause:
Relative pronoun+/- S+ Verb
Contoh Adjective Clause:
a.
Who, He
is the man who works in my store every Friday and Saturday
b.
Whom, The woman whom you meet yesterday is my friend from Chicago
c.
Whose, The doctor, whose car is red, will meet me on
Saturday
d.
Which, This flower which is very beautiful, is a gift from
my friend in valentine day
e.
Where, Jakarta is city where I was born
Vocabular
Vocabulary
adalah kosakata dari Bahasa inggris
Contohnya
:
|
No
|
Kata Benda
|
Artinya
|
No
|
Kata Benda
|
Artinya
|
|
1
|
House
|
Rumah
|
8
|
Wallet
|
Dompet
|
|
2
|
Table
|
Meja
|
9
|
Car
|
Mobil
|
|
3
|
Chair
|
Kursi
|
10
|
Hat
|
Topi
|
|
4
|
Book
|
Buku
|
11
|
Soap
|
Sabun
|
|
5
|
Pen
|
Pulpen
|
12
|
Wall
|
tembok
|
|
6
|
Bag
|
Tas
|
13
|
Window
|
Jendela
|
|
7
|
Wood
|
Kayu
|
14
|
Money
|
Uang
|
Sympton Of Ilness
Gejala-gejala
yang tidak dapat dijelaskan secara medis (ginekologi) dapat dilihat sebagai
indikasi somatisasi emosi negatif. Sebagian besar penelitian mengenai korelasi
psikologis gejala ginekologis yang tidak dapat dijelaskan secara medis hanya
memperhatikan karakteristik kepribadian tertentu dari wanita dengan
gejala-gejala ini. Dalam penelitian ini pelaporan gejala fisik dan perilaku
penyakit yang dihasilkan dijelaskan dalam hal pemrosesan informasi atau proses
persepsi, yaitu proses di mana orang mendeteksi dan menafsirkan sensasi fisik
sebagai gejala penyakit (persepsi gejala).
Persepsi
gejala sebagian ditentukan oleh karakteristik lingkungan dan proses kognitif
dan emosional, seperti variasi dalam kehidupan sehari-hari, (menghadapi)
ancaman emosional dan penggunaan skema penyakit kognitif. Perbedaan dalam
persepsi gejala dan perilaku penyakit wanita dengan gejala-gejala ginekologis
yang tidak dijelaskan secara medis dan dijelaskan, dibandingkan dengan wanita
dengan gejala ginekologi yang dijelaskan secara medis dan kelompok kontrol,
didirikan dengan bantuan kuesioner, yang berisi sejumlah skala. Seperti yang
diharapkan, wanita dengan gejala ginekologi yang tidak dapat dijelaskan secara
medis memiliki laporan yang lebih tinggi dari gejala dan sensasi umum dan
menunjukkan juga perilaku penyakit lainnya dari dua kelompok lainnya.
Mereka
melaporkan lebih sedikit variasi dan lebih banyak ancaman dalam kehidupan
sehari-hari daripada dua kelompok lainnya. Variabel-variabel ini bersama dengan
penggunaan skema penyakit berkontribusi paling banyak pada pelaporan gejala
wanita dengan gejala yang tidak dapat dijelaskan secara medis. Disimpulkan
bahwa pertahanan terhadap ancaman mungkin merupakan faktor penentu yang
penting. Saran untuk penelitian lebih lanjut dan beberapa implikasi praktis
dibahas.
Action and
Stative Verb
Pembahasan mengenai verb atau kata kerja bahasa
Inggris sangatlah luas. Selain mengenai regular dan irregular verb, ada juga kategori
verb lain jika dilihat dari statis tidaknya sebuah kata kerja. Dalam hal ini,
ada Action
verb dan juga Stative verb. Keduanya memiliki
sifat yang bertolak belakang dimana kata kerja Stative ialah kata kerja yang tidak berubah. Sedangkan untuk kata
kerja Action adalah yang dapat diubah
tergantung dari kondisi. Agar and lebih jelas mengenai hal ini, simak dan
pahami penjelasan berikut.
1.
Action Verb
Seperti yang telah
dibahas sebelumnya apabila kata kerja ini merupakan verb yang bisa berubah
berdasarkan kondisi. Artinya yaitu penggunaannya bisa di rubah dan disesuaikan
dengan tenses yang digunakan. Beberapa contoh action verb (dynamic verb) yaitu drink,
eat, go, type, read, write, listen, watch, say, grow, sleep, dsb. Kata kerja di
atas dapat digunakan dalam present tense yang menyatakan kebiasaan,
present continuous yang menunjukkan kerja tersebut dilakukan saat ini, past
tense untuk menyatakan kejadian lampau atau perfect tense.
Contoh :
|
Verb
|
Tenses
|
Kalimat
|
|
Drink
|
Present tense
|
I drink coffee every morning.
(saya minum kopi setiap pagi)
|
|
|
Present continuous
|
She is drinking tea now. (dia sedang minum teh
sekarang)
|
|
Read
|
Past tense
|
They read the newspaper at library
yesterday. (mereka membaca koran di perpustakaan kemarin)
|
|
|
Present perfect
|
He has read a great novel for two hours. (dia sudah
membaca novel yang bagus selama 2 jam)
|
|
Watch
|
Present tense
|
I watch Korean drama almost
everyday. (saya menonton drama Korea hampir setiap hari)
|
|
|
Present continuous
|
My father is watching a comedy movie. (ayahku sedang
menonton film humor)
|
|
Sleep
|
Past tense
|
She slept with her mother last
night. (dia tidur dengan ibunya tadi malam)
|
|
|
Present perfect
|
Have you slept? (sudahkah kamu tidur?)
|
Kemudian, untuk stative verb
sendiri memiliki fungsi yang sedikit berbeda dari action verb. Pada kata kerja
ini, penggunaannya tidak bisa untuk present continuous. Meskipun dimaksudkan
untuk menanyakan ataupun mengungkapkan peristiwa yang sedang terjadi, namun
tenses yang digunakan tetap present tense. Beberapa kata yang termasuk dalam
kata kerja statis ialah agree, like, smell, hear and so on.
2.
Stative Verb
Kemudian, biasanya kata kerja yang
satu ini akan berhubungan dengan beberapa hal sebagai berikut.
• Berhubungan dengan pemikiran atau
opini
Yang pertama ialah kata kerja tersebut akan sangat
berhubungan dengan pemikiran atau opini. Kata kerja yang dapat digunakan disini
seperti know, agree, recognise, believe, guess, doubt, imagine, think, remember
and mean.
|
Verb
|
Kalimat
|
|
Know
|
I know that she is right. (saya
tahu bahwa dia benar)
|
|
Agree
|
Do you agree with him? (apakah kamu setuju
dengannya)
|
|
recognise
|
I don't recognise it. (saya tidak
mengakuinya)
|
|
Believe
|
They believe in you. (mereka percaya padamu)
|
|
Guess
|
I guess that Korean drama is
interesing to be watched. (saya rasa bahwa drama Korea itu menarik untuk
ditonton)
|
|
Doubt
|
I doubt about it. (saya ragu tentang hal tersebut)
|
|
Imagine
|
I imagine if I have a lot of
money, she must be mine. (saya membayangkan jika saya mempunyai banyak uang,
dia pasti jadi milikku)
|
|
Think
|
Don't ever think of getting him out of here. (jangan
pernah berpikir untuk mendapatkannya pergi dari sini)
|
|
remember
|
Do you remember me? (apakah kamj
mengingatku)
|
|
Mean
|
I mean it will be good enough for you. (maksud saya
itu akan menjadi cukupo baik untukmu)
|
•
Berhubungan dengan perasaan atau emosi
Mengenai hal
lainnya yaitu kata kerja statis akan sangat berhubungan dengan perasaan atau
emosi. Beberapa kata kerja yang dapat menggambarkan hal tersebut ialah like,
want, dislike, hate, love, prefer and wish.
|
Verb
|
Kalimat
|
|
Like
|
I like this song. (saya suka lagu
ini)
|
|
Want
|
What do you want to do now? ( apa yang ingin kamu
kerjakan sekarang?)
|
|
Dislike
|
She dislikes the classic interior.
(dia tidak suka interior klasik)
|
|
Hate
|
Why do you hate me? (mengapa kamu membenciku?)
|
|
Love
|
I love to watch Korean drama
everyday. (saya suka menonton drama Korea setiap hari)
|
|
Prefer
|
I prefer to choose manggoes rather than bananas.
(saya lebih memilih mangga daripada pisang)
|
|
wish
|
He wishes he can pass the
examination. (dia berharap bisa lolos ujian)
|
•
Berhubungan dengan panca indra
Kata kerja
stative pun akan menggambarkan panca indra seperti kata hear untuk telinga dan
see untuk mata. Verb lainnya seperti smell, feel dan taste.
|
Verb
|
Kalimat
|
|
hear
|
I hear what you say. ( saya
mendengar apa yang kamu bicarakan)
|
|
See
|
Don't you see it? (tidakkah kamu mengerti itu?)
|
|
smell
|
It smells of smoke. (ini bau
rokok)
|
|
Feel
|
I feel so embarassed now. (saya merasa sangat malu
sekarang)
|
|
taste
|
It tastes very good actually. (ini
terasa benar-benar sangat enak)
|
•
Menggambarkan sesuatu yang bukan aksi
Kemudian,
verb ini pun akan menggambarkan sesuatu yang bukan aksi. Misalnya saja pada
kata smell.
|
Verb
|
Kalimat
|
|
Smell
|
She smells of fish. (dia berbau
ikan)
|
Namun, ada
pula beberapa kata kerja yang dapat menjadi kata kerja aksi maupun statis.
Berikut daftar kata kerjanya untuk Anda.
|
Verb
|
Contoh Kalimat
|
Keterangan
|
|
Be (is, am, are)
|
She is stupid. (Stative)
|
Dia memang bodoh (bagian dari dirinya)
|
|
|
She is being stupid. (Dynamic)
|
Dia bodoh hanya saat ini
|
|
See
|
I see what you mean. (Stative)
|
Paham
|
|
|
I'm seeing the doctor tomorrow.
|
Menemui
|
|
Think
|
I think your dress is very
beautiful. (Stative)
|
Opini
|
|
|
I'm thinking of her.
|
Hal yang sedang dipikirkan
|
|
Taste
|
It tastes very good.
|
Berhubungan dengan panca indra
|
|
|
She's tasting the soup.
|
Mencicipi
|
Gerund and Infinitive
Gerund merupakan
bentuk Verb berakhiran –ing sedangkan Infinitive adalah bentuk “To + base verb”.
1.
Gerund
Adalah salah satu bentuk verb yang
berakhiran –ing, yang biasa disebut juga dengan verb –ing dan berfungsi sebagai
noun. Beberapa contoh Gerund misalnya: Drinking, Singing, Traveling, Studying, Walking dan
masih banyak yang lainnya. Kita bisa merubah semua action verb menjadi bentuk
–ing atau Gerund ini.
Pada umumnya untuk membentuk sebuah verb
menjadi Gerund kita hanya perlu menempelkan akhiran –ing pada kata kerja
tersebut, seperti “Play” yang berubah menjadi “Playing”. Namun untuk beberapa
kata tertentu, kita perlu melakukan sedikit penyesuaian, seperti misalnya:
a. Untuk
verb yang berakhiran huruf “e”, hilangkan huruf “e” tersebut dan tambahkan
akhiran –ing. Contohnya: Ridemenjadi Riding.
b. Untuk
verb yang berakhiran huruf “ie”, ganti huruf “ie” tersebut dengan huruf “y” kemudian
tambahkan akhiran –ing. Contohnya: Die menjadi Dying.
TIGA
ATURAN DALAM MENGGUNAKAN GERUND
a. Subject = Gerund
Saat kamu ingin membuat
suatu aksi menjadi subject kalimat, sebaiknya gunakanlah Gerund. Penggunaan
Infinitive sebagai subject sebenarnya boleh saja, namun ternyata hal ini
dianggap sangat formal dan tidak umum. Contoh Penggunaan Gerund Sebagai Subject
Singing is one of my hobby.
b. Preposition + Gerund
Umumnya, jika ada
sebuah preposition dalam kalimat, maka setelahnya gunakanlah Gerund. Namun
untuk beberapapreposition seperti except dan but terkadang Infinitive juga
bisa digunakan. Contoh
Penggunaan Gerund Setelah Preposition
I thought about sleeping in my brother’s room
tonight.
c. Verb + Gerund
Ada
beberapa verb yang hanya bisa diikuti oleh Gerund. Untuk yang satu ini, satu
satunya cara terbaik adalah dengan menghapalkan daftar
verb yang diikuti oleh Gerund. Beberapa yang
paling umum misalnya: advise, avoid, enjoy, finish,
danquit. Contoh
Verb Yang Diikuti Gerund
Maya avoid making mistake for the second time.
2.
Infinitive
Adalah bentuk verbal
yang bisa berfungsi sebagai noun dalam kalimat. Pola dari Infinitive adalah “to
+ base verb”. Beberapa contoh Infinitive misalnya: to drink, to
sing, to travel, to study, to walk dan
masih banyak contoh lainnya.
Contoh penggunaan Gerund dan Infinitive
yang benar:
·
Traveling is good for our body. – Gerund di
posisi Subject.
·
I like singing. – Gerund di posisi Object.
·
I want to drink a glass of
milk. – Infinitive di posisi Object.
TIGA
ATURAN DALAM MENGGUNAKAN INFINITIVE
Ikutilah
tiga aturan berikut ini saat kamu berfikir ingin menggunakan Infinitive dalam
kalimat.
a. Adjective + Infinitive
Setelah sebuah
adjective (kata sifat) umumnya yang kita gunakan adalah sebuah Infinitive.
Dalam beberapa kondisi penggunaan Gerund bisa saja terjadi tapi ternyata
pemakaian Infinitive dalam situasi ini selalu dianggap sebagai pilihan terbaik. Contoh Penggunaan
Infinitive Setelah Adjective
It was useful to learn foreign
language like English.
b. Noun + Infinitive
Jika
main verb memiliki sebuah object baik dalam bentuk noun ataupun pronoun, maka
hampir selalu diikuti oleh sebuah Infinitive daripada sebuah Gerund. Contoh Penggunaan
Infinitive Setelah Noun
My father asked me to help him.
c. Verb + Infinitive
Ada
beberapa verb yang hanya bisa diikuti oleh Infinitive. Untuk yang satu ini,
satu satunya cara terbaik adalah dengan menghapalkan daftar verb yang diikuti oleh Infinitive.
Beberapa yang paling umum misalnya: ask, choose, decide, get, need,
dan want. Contoh
Verb Yang Diikuti Infinitive
He decided to go to United States next month.
Countable
Noun
Pengertian countable noun adalah “ kata benda yang dapat
dihitung”, dan kata benda dalam
bahasa Inggris memang lebih banyak yang bisa dihitung seperti orang, hewan,
buah dan apa pun yang dapat dihitung. Entah itu satu benda seperti a book,
atau banyak seperti a few windows. Inilah beberapa contoh countable noun
:
a.
Bag — one bag,
two bags, three bags, …..
b.
Teacher —- one
teacher, two teachers, three teachers, …..
c.
Dog —- one dog,
two dogs, three dogs, —-
Contoh
I bought four story books yesterday. (saya membeli empat buku cerita kemarin)
There are two teachers in this class. (Ada two orang guru di kelas ini)
She is feeding three dogs in front of the house. (dia sedang memberi makan tiga ekor anjing di depan rumah)
I bought four story books yesterday. (saya membeli empat buku cerita kemarin)
There are two teachers in this class. (Ada two orang guru di kelas ini)
She is feeding three dogs in front of the house. (dia sedang memberi makan tiga ekor anjing di depan rumah)
Uncountable Noun
Bertolak
dengan countable noun, pengertian
uncountable noun adalah “kata benda yang tidak dapat dihitung”. Meskipun
subjek yang ada di dalam kalimat merupakan kata benda tunggal, namun ada
beberapa benda yang memang tidak bisa dihitung dalam bahasa Inggris seperti air,
udara, dan yang lainnya. Uncountable noun biasanya selalu berkaitan dengan
bagaimana cara seseorang berpikir mengenai kata benda tersebut, sehingga sering
bertemu dengan bentuk uncountable noun yang merupakan satu benda besar dan
sulit bahkan tidak dapat dibagi. Pada umumnya bentuk jamak dalam uncountable
noun tidak digunakan, dan maka dari itu kebanyakan dari bentuk uncountable noun
bukanlah kata yang memiliki akhiran “s”. Jadi sebaiknya Anda tidak
terlalu bingung dengan bentuk kata benda yang satu ini, untuk lebih
jelasnya perhatikan
Contoh
- Susi gives great advice to Marni. (Susi memberi nasehat yang bagus untuk Marni) à uncountable noun / tidak dapat dihitung
- Gilang drinks a lot of (Gilang minum banyak susu)
- Bayu enjoys (Bayu menikmati dunia politik) à meskipun diakhiri oleh “s” kata ini termasuk uncountable noun
- Give me a bowl of (berikan aku semangkuk nasi)
- I need two cups of (saya butuh dua cangkir teh)
Contoh
lainnya yang bisa Anda jadikan pembanding untuk bisa membedakan antara
countable noun dan uncountable noun adalah bahwa liquid atau benda yang
berbentuk cair seperti water, milk, oil tidak dapat
dihitung jumlahnya. Serta abstract noun yang mana merupakan benda yang tidak
dapat dilihat bentuknya seperti kebahagiaan (happiness), kesedihan (sadness),
harapan (hope) dan yang lainnya juga tidak dapat dihitung. Tentu saja
Anda tidak bisa mengatakan one oil, two oil atau one sadness dan two sadness.

Komentar
Posting Komentar