Langsung ke konten utama

Ilmu Budaya 1

NPM: 15217421
KELAS: 1EA11
1. Kaitkan Ilmu Budaya Dasar Dengan Ilmu Management
A. Pengertian IBD (Ilmu Budaya Dasar)
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dan bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya, dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya.




B. Pengertian Management
Management adalah suatu keahlian atau teknik untuk merencanakan, melaksanakan dan mengawasi penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu cara untuk mencapai sesuatu dengan menggunakan orang lain (getting things done through others). Fungsi manajemen adalah kegiatan manajemen yang saling terkait untuk mencapai keseluruhan proses. Empat fungsi manajemen yaitu: perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengaturan (directing), dan pengawasan (controlling).








C. Kaitan Antara Ilmu Budaya Dengan Management

Hubungan antara IBD (Ilmu Budaya Dasar) dengan Manajemen
Persinggungan antara ilmu budaya dasar dan manajemen terutama terletak pada faktor manusia. Manajemen mencoba mencapai tujuan dengan menggunakan orang lain, sementara ilmu budaya dasar memberikan khazanah pengetahuan dasar yang berkaitan dengan bagaimana perilaku manusia. Dengan memahami faktor manusia maka perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan dari tiap-tiap aktivitas manajemen dapat berjalan dengan lebih lancar. Dalam manajemen manusia adalah faktor yang paling menetukan. Manajemen sumber daya manusia mungkin adalah perkawinan dari kedua cabang ilmu ini. Keduanya bukan merupakan ilmu pasti, yang mendasarkan diri dan berkonsentrasi pada manusia sebagai subjek dan objek sekaligus dalam menjalankan suatu bentuk kerja sama yang bisa jadi menghasilkan manfaat ekonomi.
Titik berat manajemen selama ini ialah mengenai manfaat materi atau yang bersifat bisnis, sementara di lain sisi, ilmu budaya dasar memberikan arti dan makna dari suatu kerja/karya yang dilakukan oleh manusia yang tak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan materi. Semakin lama semakin disadari akan pentingnya mengintegrasikan antara pengetahuan-pengetahuan dalam basic humanities dengan ilmu manajemen modern. Istilah seperti “customer-centric”, “patient-centric”, atau “user centric” ialah hasil dari penggabungan kedua ilmu itu pada bisnis terkini.














2. Ceritakan Budaya kalian berasal, apa saja yang sudah mulai di tinggalkan atau sudah hilang eksistensinya, bagaimana peran masyarakat untuk melestarikan budaya tersebut

A.   Pengertian Eksistensi

Eksistensi diartikan sebagai keberadaan. Di mana keberadaan yang di maksud adalah adanya pengaruh atas ada atau tidak adanya kita sebagai masyarakat. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, dijelaskan bahwa : “Eksistensi artinya keberadaan, keadaan, adanya”. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Eksistensi budaya nasional dapat diartikan sebagai pengakuan adanya berbagai macam budaya nasional yang patut dihargai dan dibanggakan karena bangsa Indonesia wajib melestarikan kebudayaan yang dimiliki agar tidak punah atau hilang akibat masuknya budaya barat.

B.     Budaya yang mulai hilang eksistensinya

a.  Surau sebagai tempat belajar dan mengajar
Anak laki-laki Minang dahulunya menjadikan surau sebagai tempat diskusi, mencari dan menuntut ilmu. Disana mereka belajar diajarkan mengaji dan silat bahkan tak jarang mereka tidur pun di surau.

Kebiasaan seperti ini sudah sangat jarang kita jumpai saat sekarang ini. Sebagian dari mamak dan pemuda lebih mudah kita jumpai duduk di lapau (kadai) untuk  sekedar minum kopi, bercengkerama atau bahkan main domino.

b. Rumah Gadang sebagai tempat tinggal
Orang-orang terdahulu bergotong royong mendirikan rumah gadang untuk dijadikan tempat tinggal. Rumah gadang terdiri atas sembilan ruang dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada yang digunakan sebagai tempat tidur pribadi, kamar untuk anak yang baru menikah  dan ada pula yang digunakan sebagai tempat tidur tamu. Di halaman rumah Gadang terdapat beberapa rangkiang yaitu tempat untuk menyimpan beras. Rangkiang digunakan pada saat kondisi sedang krisis pangan atau ada sanak saudara yang membutuhkan beras untuk dimakan. Fungsi sosial dan ekonomi sangat jelas terlihat disini.

Namun, saat ini Rumah Gadang sudah beralih fungsi menjadi tempat pertemuan untuk menyelesaikan masalah, baik masalah antara anak dengan orangtua, antara suami dengan istri, mamak dengan kemenakan, dsb. Rumah Gadang tidak dijadikan sebagai tempat tinggal lagi. Orang  Minang lebih memilih untuk membangun rumah baru dengan design menyerupai rumah orang Eropa.  Di satu sisi sangat disayangkan kita tidak tinggal di rumah gadang lagi, tapi di lain sisi kita harus pindah dari rumah gadang karena bangunannya yang mulai rapuh. Fungsi rumah gadang tidak ada salahnya dialihkan sebagai tempat pertemuan dan  diskusi untuk menyelesaikan suatu masalah, namun sejarah rumah gadang jangan sampai kita lupakan.



C .Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya, diantaranya yaitu:

1.      Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya budaya sebagai jati diri bangsa
2.      Ikut melestarikan budaya dengan cara berpartisipasi dalam pelaksanaannya Mempelajarinya
3.      Mensosialisasikan kepada orang lain sehingga mereka tertarik untuk ikut menjaga atau melestarikannya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review materi B.Inggris Semester 1

BAHASA INGGRIS (SOFTSKILL) REVIEW MATERI SEMESTER 1 Disusun Oleh : 1.       Achmad Rizka Putra Pribadi (10217062) 2.       Anggi Adiputri Ramandhani (10217760) 3.       Candra Ade Irawan (11217290) 4.       Dimas Fachri Yonanto (12217711) 5.       Firas Afifah Fauziyyah (12217373) 6.       Reyan Abiyyu Zain (15217086) 7.       Ryan Aditiawarman (15217421) 1EA11 FALKUTAS EKONOMI MANAJEMEN UNIVERSITAS GUNADARMA Possessive Pengertian Possessive Adjective Possessive adjective  adalah determiner  (special adjective) yang digunakan untuk menyatakan kepemilikan (possession) terhadap noun . Possessive adjective terdiri dari  my ,  your , his , her , its , our , dan their . Contoh Possessive Adjective: my books (buku saya) your father (ayahmu) our...

TUGAS 1 ETIKA BISNIS

ETIKA BISNIS Pengertian Etika bisnis merupakan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis yang diterapkan di dalam suatu perusahaan akan membantu membentuk nilai, norma serta perilaku karyawan dan pemimpinnya. Tentunya, setiap perusahaan meyakini bahwa prinsip menjalankan bisnis yang baik adalah prinsip beretika. Oleh karena itu, etika tersebut dapat dijadikan sebagai standar atau pedoman bagi semua karyawan di dalam perusahaan untuk menjadikannya sebagai pedoman dalam bekerja. Tujuan Etika bisnis sangat dibutuhkan oleh semua pengusaha baru maupun pengusaha yang sudah lama terjun di dunia bisnis. Dengan tujuan bagi pengusaha adalah untuk mendorong kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan bagi para pengusaha atau pelaku bisnis untuk menjalankan good business dan tidak melakukan monkey business atau dirty business . Hal tersebut dapat merugikan banyak pihak yang...

Ilmu Budaya Dasar1- Tugas Kelompok- Kebuyaan Sunda

Nama : Ryan Aditiawarman S Kelas : 1EA11 NPM : 15217421 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Masyarakat Indonesia merupakan suatu masyarakat majemuk yang memiliki keanekaragaman di dalam berbagai aspek kehidupan. Bukti nyata adanya kemajemukan di dalam masyarakat kita terlihat dalam beragamnya kebudayaan di Indonesia. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa,karsa manusia yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia. telihat realita bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural maka akan terlihat pula adanya berbagai suku bangsa di Indonesia. Tiap suku bangsa inilah yang kemudian mempunyai ciri khas kebudayaan yang berbeda-beda. Sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia, suku Sunda memiliki karakteristik yang membedakannya dengan suku lain.Seperti halnya busana, Setiap suku memiliki karakteristik berbeda sebagai identitas yang diwujudkan dalam bentuk pakaian adat atau khas, adat istiadat, lagu-lagu daerah, maupun bahasa. hal tersebut...